
Situs www.webometrics.info (26/1) merilis daftar peringkat situs perguruan tinggi (PT) terbaik dunia. Sebanyak 33 PT Indonesia masuk dalam jajaran 5.000 terbaik dunia. Anehnya, dari 33 PT tersebut tak satu pun situs dari Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI). PTAI seperti UIN, IAIN, dan STAIN belum mampu berkompetisi di dunia maya, bahkan untuk peringkat di Asia Tenggara. Peringkat masih di dominasi oleh PT-PT umum yang memiliki label ‘terbaik’ di Indonesia, seperti UGM (peringkat 623), ITB (peringkat 674), UI (peringkat 906), dan lainnya.
Metodologi Penyusunan Rangking
Situs yang berpusat di Madrid, Spanyol tersebut dalam menyusun rangking didasarkan pada sejumlah unsur penilaian. Antara lain, meliputi size (s) menghitung jumlah halaman yang tertangkap oleh mesin pencari, visibility (v) jumlah external link yang terkandung, rich files yang menghitung berapa banyak jenis file .pdf (Adobe Acrobat), .ps (Adobe PostScript), .doc (Word Document), dan .ppt (Presentation Document) (www.webometrics.info).
Selain mendasarkan pada unsur-unsur di atas, webometrics juga menilai scholar (sc) yang diambil dari data Google Scholar terkait tulisan-tulisan ilmiah dari PT bersangkutan. Sebagai contoh, berikut nilai unsur-unsur dari situs UGM yang menempati posisi 578 pada unsur size, 562 pada visibility, 1.471 pada rich files dan 737 pada scholar.
Situs-Situs PTAI
Saat ini hampir semua PTAI telah memiliki situs. Hanya saja kondisinya sangat memprihatinkan karena tidak pernah dikelola dengan baik. Banyak situs PTAI yang tidak pernah di update, apalagi kalau memperhatikan unsur-unsur penilaiaan webometric, sangat jauh untuk memenuhinya. Hal tersebut menunjukkan rendahnya perhatian PTAI terhadap teknologi informasi, khususnya website. Kondisi tersebut juga akan menyulitkan PTAI untuk bersaing di dunia maya.
Sejauh ini situs-situs PTAI hanya sebatas memberikan informasi terkait lembaganya masing-masing. Mulai dari menampilkan profil lembaga, profil jurusan/program studi, profil dosen, karyawan dan berita-berita kegiatan lembaga. Banyak informasi-informasi kegiatan kampus yang tidak tercover di situs, kalau pun ada banyak yang sudah usang. Sehingga ketika dilihat di dunia maya, nampak kampus tersebut telah mati, karena tidak adanya informasi-informasi kegiatan yang selalu baru, meskipun setiap hari kampus tersebut selalu ramai dengan kegiatan.
Kondisi di atas juga tidak jauh berbeda ketika kita mengamati karya ilmiah dosen PTAI yang terpampang di situs. Sangat sedikit sekali situs PTAI yang menampilkan karya-karya ilmiah dosen, apalagi karya-karya ilmiah dosen yang terpampang di luar situs lembaganya.
Membangkitkan Kompetisi
Untuk dapat berkompetisi dengan PT-PT umum, khususnya dalam teknologi informasi, banyak sekali pekerjaan yang harus dilakukan oleh PTAI. Pertama, masing-masing PTAI harus memiliki tim khusus TI yang memiliki kemampuan handal dalam bidang TI. Tim ini secara khusus mengelola situs internet lembaga yang terkonsentrasi pada minimal empat unsur penilaian, seperti: size, visibility, rich files, dan scholar. Selain mengelola, tim ini juga harus memberikan laporan perkembangan situs secara periodik terkait empat unsur tersebut. Dengan demikian, secara berkala situs dapat diketahui kekuatan dan kelemahannya.
Kedua, mendorong para dosen untuk menulis karya ilmiah, yang tidak saja dimuat dalam jurnal nasional/internasional atau buku, tetapi juga dimuat dalam situs-situs internet. Karya-karya ilmiah dosen tersebut dapat kita fasilitasi dengan dimuat disitus lembaga bersangkutan. Selain itu, karya ilmiah dosen yang dimuat di situs-situs internet juga harus dihargai layaknya ketika menulis di jurnal atau buku, tentu saja dengan standar kriteria-kriteria tertentu.
Ketiga, dari segi hardware juga harus disediakan secara memadai mengikuti perkembangan TI. Harware ini meliputi ketersediaan komputer dan jaringan internet.
Dengan memperhatikan tiga hal tersebut, diharapkan PTAI dapat bersaing dengan PT-PT umum, tidak hanya dari segi jumlah peminat dan lulusannya, tetapi juga dalam penguasaan teknologi informasi, khususnya pengelolaan situs internet.
*) Dosen Fakultas Tarbiyah
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Metodologi Penyusunan Rangking
Situs yang berpusat di Madrid, Spanyol tersebut dalam menyusun rangking didasarkan pada sejumlah unsur penilaian. Antara lain, meliputi size (s) menghitung jumlah halaman yang tertangkap oleh mesin pencari, visibility (v) jumlah external link yang terkandung, rich files yang menghitung berapa banyak jenis file .pdf (Adobe Acrobat), .ps (Adobe PostScript), .doc (Word Document), dan .ppt (Presentation Document) (www.webometrics.info).
Selain mendasarkan pada unsur-unsur di atas, webometrics juga menilai scholar (sc) yang diambil dari data Google Scholar terkait tulisan-tulisan ilmiah dari PT bersangkutan. Sebagai contoh, berikut nilai unsur-unsur dari situs UGM yang menempati posisi 578 pada unsur size, 562 pada visibility, 1.471 pada rich files dan 737 pada scholar.
Situs-Situs PTAI
Saat ini hampir semua PTAI telah memiliki situs. Hanya saja kondisinya sangat memprihatinkan karena tidak pernah dikelola dengan baik. Banyak situs PTAI yang tidak pernah di update, apalagi kalau memperhatikan unsur-unsur penilaiaan webometric, sangat jauh untuk memenuhinya. Hal tersebut menunjukkan rendahnya perhatian PTAI terhadap teknologi informasi, khususnya website. Kondisi tersebut juga akan menyulitkan PTAI untuk bersaing di dunia maya.
Sejauh ini situs-situs PTAI hanya sebatas memberikan informasi terkait lembaganya masing-masing. Mulai dari menampilkan profil lembaga, profil jurusan/program studi, profil dosen, karyawan dan berita-berita kegiatan lembaga. Banyak informasi-informasi kegiatan kampus yang tidak tercover di situs, kalau pun ada banyak yang sudah usang. Sehingga ketika dilihat di dunia maya, nampak kampus tersebut telah mati, karena tidak adanya informasi-informasi kegiatan yang selalu baru, meskipun setiap hari kampus tersebut selalu ramai dengan kegiatan.
Kondisi di atas juga tidak jauh berbeda ketika kita mengamati karya ilmiah dosen PTAI yang terpampang di situs. Sangat sedikit sekali situs PTAI yang menampilkan karya-karya ilmiah dosen, apalagi karya-karya ilmiah dosen yang terpampang di luar situs lembaganya.
Membangkitkan Kompetisi
Untuk dapat berkompetisi dengan PT-PT umum, khususnya dalam teknologi informasi, banyak sekali pekerjaan yang harus dilakukan oleh PTAI. Pertama, masing-masing PTAI harus memiliki tim khusus TI yang memiliki kemampuan handal dalam bidang TI. Tim ini secara khusus mengelola situs internet lembaga yang terkonsentrasi pada minimal empat unsur penilaian, seperti: size, visibility, rich files, dan scholar. Selain mengelola, tim ini juga harus memberikan laporan perkembangan situs secara periodik terkait empat unsur tersebut. Dengan demikian, secara berkala situs dapat diketahui kekuatan dan kelemahannya.
Kedua, mendorong para dosen untuk menulis karya ilmiah, yang tidak saja dimuat dalam jurnal nasional/internasional atau buku, tetapi juga dimuat dalam situs-situs internet. Karya-karya ilmiah dosen tersebut dapat kita fasilitasi dengan dimuat disitus lembaga bersangkutan. Selain itu, karya ilmiah dosen yang dimuat di situs-situs internet juga harus dihargai layaknya ketika menulis di jurnal atau buku, tentu saja dengan standar kriteria-kriteria tertentu.
Ketiga, dari segi hardware juga harus disediakan secara memadai mengikuti perkembangan TI. Harware ini meliputi ketersediaan komputer dan jaringan internet.
Dengan memperhatikan tiga hal tersebut, diharapkan PTAI dapat bersaing dengan PT-PT umum, tidak hanya dari segi jumlah peminat dan lulusannya, tetapi juga dalam penguasaan teknologi informasi, khususnya pengelolaan situs internet.
*) Dosen Fakultas Tarbiyah
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar